Interdisciplinary Explorations in Research Journal https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ <table width="100%" bgcolor="#f0f0f0"> <tbody> <tr> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%"><strong>Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ)</strong></td> </tr> <tr> <td width="20%">e-Mail</td> <td width="80%">shariajournaledu@gmail.com</td> </tr> <tr> <td width="20%">Editor in Chief</td> <td width="80%"><a>Laheva Lahea </a>(Scopus ID: 57215653628)</td> </tr> <tr> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%"><strong> 3 issues per year (Apr, Aug and Dec)</strong></td> </tr> <tr> <td width="20%">Receiving articles</td> <td width="80%"><strong>The Fields of Research and Community Service (bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat)</strong></td> </tr> <tr> <td width="20%">ISSN</td> <td width="80%"><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20231207512184724">3032-1069</a> (print) | <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20231207512184724">3032-1069</a> (online) </td> </tr> <tr> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%"> <p><strong style="background-color: #ffffff; font-size: 0.875rem;"> PT. Sharia Journal and Education Center</strong></p> </td> </tr> <tr> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="80%">Sinta | Google Scholar |Citedness in Scopus | DOAJ </td> </tr> </tbody> </table> <p> </p> <p>The "Interdisciplinary Explorations in Research Journal" (IERJ) serves as a distinguished platform for scholars and researchers worldwide to present their cutting-edge work across diverse disciplines. This multidisciplinary journal is dedicated to fostering exploration and innovation in various fields, providing a space for the exchange of ideas, methodologies, and findings.</p> <p>IERJ publishes original research articles, reviews, and scholarly contributions that contribute significantly to the advancement of knowledge and understanding. The scope of the journal encompasses a wide array of disciplines, reflecting the interconnected nature of contemporary research. From the realms of science and technology to humanities, social sciences, and beyond, IERJ welcomes contributions that transcend traditional boundaries and encourage collaboration between different academic domains.</p> <p>Receiving articles in the fields of research and community service, IERJ is committed to advancing research that not only contributes to theoretical knowledge but also has a tangible impact on society. The accepted articles encompass various innovative approaches and methodologies, providing new insights and practical solutions to the challenges faced by the global community.</p> <p>The journal aims to promote intellectual discourse, stimulate academic curiosity, and inspire cross-disciplinary investigations. By embracing a global perspective, IERJ strives to showcase the richness of research endeavors from various cultural, geographical, and theoretical perspectives. Rigorous peer-review ensures the high quality and credibility of published work, making IERJ a valuable resource for scholars, practitioners, and enthusiasts alike who seek to explore the frontiers of knowledge and contribute to the global academic dialogue.</p> <p> </p> <p><a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/journal/issue?issueId=all&amp;journalId=131372"><img src="https://shariajournal.com/public/site/images/admin/logo.png" alt="" width="626" height="144" /></a></p> <p>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------</p> <p>"Interdisciplinary Explorations in Research Journal" (IERJ) berfungsi sebagai platform terkemuka bagi para akademisi dan peneliti di seluruh dunia untuk mempresentasikan karya terbaru mereka di berbagai disiplin ilmu. Jurnal multidisiplin ini didedikasikan untuk mendorong eksplorasi dan inovasi di berbagai bidang, menyediakan ruang untuk pertukaran ide, metodologi, dan temuan.</p> <p>IERJ menerbitkan artikel penelitian asli, ulasan, dan kontribusi ilmiah yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan pengetahuan dan pemahaman. Cakupan jurnal ini mencakup beragam disiplin ilmu, mencerminkan sifat saling keterkaitan penelitian kontemporer. Dari bidang ilmu pengetahuan dan teknologi hingga humaniora, ilmu sosial, dan lainnya, IERJ menerima kontribusi yang melampaui batasan tradisional dan mendorong kolaborasi antara berbagai domain akademik.</p> <p>Menerima artikel dalam <strong>bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat</strong>, IERJ berkomitmen untuk memajukan penelitian yang tidak hanya berkontribusi pada pengetahuan teoretis tetapi juga memberikan dampak nyata pada masyarakat. Artikel yang diterima mencakup berbagai pendekatan dan metodologi yang inovatif, memberikan wawasan baru dan solusi praktis terhadap tantangan yang dihadapi oleh masyarakat global.</p> <p>Jurnal ini bertujuan untuk mempromosikan diskursus intelektual, merangsang rasa ingin tahu akademik, dan menginspirasi investigasi lintas disiplin. Dengan mengadopsi perspektif global, IERJ berupaya untuk menampilkan kekayaan upaya penelitian dari berbagai perspektif budaya, geografis, dan teoretis. Proses peninjauan sejawat yang ketat memastikan kualitas tinggi dan kredibilitas karya yang diterbitkan, menjadikan IERJ sebagai sumber berharga bagi akademisi, praktisi, dan penggemar yang ingin menjelajahi batas pengetahuan dan berkontribusi pada dialog akademik global.</p> PT. Sharia Journal and Education Center en-US Interdisciplinary Explorations in Research Journal 3032-1069 Ilmu Munasabah Sebagai Sumber Penafsiran https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1927 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Salah satu cabang ilmu Alquran yang penting adalah ilmu munasabah.&nbsp; llmu ini &nbsp;digunakan dalam&nbsp; tafsir bir&nbsp; ra ’yi penafsiran dengan rasio (akal).&nbsp; Ilmu Munasabah sendiri ada tujuh macam: satu:&nbsp;&nbsp; Munasabah antar jumlah (kalimat) dalam satu ayat ; Dua Munasabah antar ayat ; tiga, Munasabah antar surat; empat Munasabah antar akhir surat dengan awal surat berikutnya ; lima Munasabah antara pembuka dan penutup suatu surat; enam Munasabah antara nama surat dengan tujuan turunnya;tujuh Munasabah antara permulaan dan akhir ayat (Munasabah antara mabda’ dan fashilat). Karena sulitnya ilmu munasabah ini ulama (ahli tafsir) berbeda pendapat&nbsp; mengenai menggunakan ilmu ini sebagai sumber penafsiran, epistemologi mendapatkan ilmu munasabah(1) melihat tema sentral dari surah-surah, (2) Mencari premis-premis yang diperlukan untuk mendukung tema sentral yang diperlukan. (3) Mengadakan pengelompokkan terhadap premis-premis. (4) melihat&nbsp; pernyataan-pernyataan yang saling mendukung antara yang satu dan lainnya</p> </td> </tr> </tbody> </table> Ruslan Ruslan Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-15 2026-06-15 4 2 321 334 10.62976/ierj.v4i2.1927 Pengaruh Sistem Keuangan Digital, Literasi Keuangan, Dan Akses Permodalan Terhadap Kinerja Keuangan Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah Di Kalimantan Selatan https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1932 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem keuangan digital, literasi keuangan, dan akses permodalan terhadap kinerja keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 136 responden UMKM yang dipilih melalui stratified random sampling dari tiga wilayah utama Kalimantan Selatan. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan software SmartPLS v4.0. Evaluasi model pengukuran menunjukkan seluruh indikator memenuhi kriteria outer loading &gt; 0,70, AVE &gt; 0,50, Composite Reliability &gt; 0,70, dan HTMT &lt; 0,90. Hasil pengujian model struktural melalui bootstrapping (5.000 subsampel) menunjukkan bahwa: (1) sistem keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM (β=0,412; T=4,872; p&lt;0,01); (2) literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan (β=0,318; T=3,614; p&lt;0,01); (3) akses permodalan berpengaruh positif dan signifikan (β=0,276; T=3,187; p&lt;0,01); dan (4) ketiga variabel mampu menjelaskan 69,8% variasi kinerja keuangan UMKM (R²=0,698; Q²=0,387). Temuan ini mengimplikasikan perlunya kebijakan terpadu yang mengintegrasikan literasi digital keuangan dengan program pembiayaan inklusif untuk mendorong ketahanan ekonomi UMKM di Kalimantan Selatan.</p> Muhammad Rizalun Nashoha Tesdiq Prigel Kaloka Hamrani Hamrani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-20 2026-06-20 4 2 335 354 10.62976/ierj.v4i2.1932 Digital Piety: Reorienting Habl Min An-Nas Within The Social Media Ecosystem In The Era Of The Industrial Revolution 5.0 https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1934 <p>Memasuki era Revolusi Industri 5.0, kemajuan teknologi digital telah secara dinamis merestrukturisasi pola interaksi sosial dan praktik keagamaan masyarakat modern. Munculnya fenomena spiritualitas ujung jari (<em>fingertip spirituality</em>) menandai pergeseran otoritas keagamaan dari ruang fisik tradisional menuju ekosistem digital yang bersifat instan dan <em>on-demand</em>. Namun, keterbukaan arus informasi ini juga memicu tantangan etika virtual berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan perundungan siber yang mengancam harmoni sosial. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan konsep Kesalehan Digital sebagai bentuk reorientasi teoretis terhadap makna <em>habl min An-Nas</em> (hubungan antarmanusia) dalam ekosistem media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang menggunakan teknik analisis isi (<em>content analysis</em>) terhadap literatur fundamental kesalehan sosial dan dokumen riset kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesalehan digital adalah manifestasi iman yang kokoh, di mana ketaatan ritual (<em>habl min Allah</em>) menyatu dengan tanggung jawab moral di ruang publik virtual. Implementasi prinsip <em>tabayyun</em> (verifikasi informasi) berdasarkan QS. Al-Hujurat ayat 6 dan internalisasi adab bermedia menjadi parameter utama dalam menjaga integritas informasi serta stabilitas sosial. Fenomena ini melahirkan identitas "Digital Santri" yang mampu melakukan negosiasi iman secara bijak antara otoritas tradisional dan otoritas virtual. Kajian ini merekomendasikan pentingnya integrasi literasi digital religius dalam kurikulum pendidikan sebagai instrumen preventif guna mewujudkan masyarakat virtual yang beradab di era Masyarakat 5.0.</p> Fahriah Fahriah Fahmi Hamdi Salamah Salamah Hamrani Hamrani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-17 2026-06-17 4 2 355 371 10.62976/ierj.v4i2.1934 The Integration of the Iqra Paradigm and the Value of Tabayyun: Strengthening Character-Based Digital Literacy to Counter Misinformation on Social Media https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1945 <p><em>The massive spread of hoaxes and disinformation on social media in the digital age poses serious challenges to literacy, communication ethics, and religious authority. Conventional models of digital literacy are considered inadequate because they focus more on technical aspects and pay less attention to character development and spiritual values. This study aims to reconstruct the Iqra paradigm and the value of Tabayyun as a model of Islamic digital literacy to address disinformation in cyberspace. The study employs a qualitative approach using library research. The primary data sources are drawn from the Qur’an, specifically Surah Al-‘Alaq, verses 1–5, and Surah Al-Hujurat, verse 6, as well as various exegetical works and studies on digital literacy. Data analysis was conducted using a thematic exegesis (tafsir maudhu’i) approach and thematic analysis. The results indicate that the Iqra’ paradigm serves as the foundation for critical thinking in understanding and analyzing information, while Tabayyun functions as a verification mechanism through the validation of sources (sanad), content accuracy (dhabt), and consideration of social impact (maslahah). The integration of these two concepts forms a character-based digital literacy model that emphasizes the values of shidq, amanah, adl, and iffah in digital behavior. This study recommends strengthening digital literacy in Islamic Religious Education through curriculum reorientation, enhancing teachers’ digital competencies, and building an ethical and responsible digital ecosystem<strong>.</strong></em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Fahriah Fahriah Hidayat Ma'ruf Husul Yaqin Hamdan Hamdan Hamrani Hamrani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-18 2026-06-18 4 2 372 386 10.62976/ierj.v4i2.1945 Pinjam Nama Dalam Pinjaman Online Menurut Hukum Ekonomi Syariah https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1951 <p>Praktik pinjam nama dalam pinjaman merupakan fenomena yang masih banyak ditemukan dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Pinjam nama terjadi ketika seseorang menggunakan identitas pihak lain untuk memperoleh pinjaman, sedangkan pihak yang sebenarnya menerima dan menggunakan dana pinjaman adalah orang yang berbeda. Praktik ini umumnya dilakukan karena adanya keterbatasan persyaratan administratif, riwayat kredit yang kurang baik, atau untuk memperoleh kemudahan dalam mendapatkan pinjaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pinjam nama dalam pinjaman, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya praktik tersebut, serta menganalisisnya berdasarkan perspektif hukum ekonomi syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan melalui analisis terhadap prinsip-prinsip syariah, kaidah fikih muamalah, serta literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pinjam nama mengandung unsur ketidakjelasan subjek hukum, potensi penyalahgunaan kepercayaan, serta dapat menimbulkan gharar dan tadlis yang berakibat pada ketidakpastian hak dan kewajiban para pihak. Dalam hukum ekonomi syariah, setiap akad harus dilandasi prinsip kejujuran, amanah, keterbukaan, dan tanggung jawab. Oleh karena itu, praktik pinjam nama tidak sejalan dengan prinsip-prinsip syariah apabila dilakukan untuk menyembunyikan identitas pihak yang sebenarnya, mengaburkan tanggung jawab hukum, atau menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak.</p> Najwa Navera Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-18 2026-06-18 4 2 387 406 10.62976/ierj.v4i2.1951 Hukum dan Kebijakan Publik dalam Ketertiban Umum: Analisis Normatif, Empiris, dan Implikasi Kebijakan di Indonesia https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1961 <p><em>Public order is a fundamental prerequisite in a democratic rule-of-law state. In Indonesia, law and public policy play complementary roles in maintaining social stability and protecting citizens’ rights. This study aims to analyze the relationship between law and public policy in ensuring public order and to evaluate implementation challenges. This research employs a normative juridical method combined with conceptual and statutory approaches, supported by limited empirical observations. The findings indicate that the effectiveness of public order depends on the integration of strong legal norms and adaptive, participatory public policies. Weak institutional coordination and inconsistent law enforcement remain major obstacles.</em></p> <p>&nbsp;</p> Syahri Ramdhani Holijah Holijah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-19 2026-06-19 4 2 407 413 10.62976/ierj.v4i2.1961 Penerapan Big Data dan Kecerdasan Buatan Untuk Keberlanjutan Bisnis: Systematic Literature Review https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1966 <p><em>This study seeks to gather information on how big data analytics (BDA) and artificial intelligence (AI) are being applied to support business continuity, including their impact on ESG performance, factors that facilitate and hinder adoption, and modifications to how businesses operate. Using a structured literature review (SLR) in accordance with PRISMA 2020 guidelines, this study examines 40 articles from Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, and Google Scholar (2021–2026) through a framework that combines the theories of Triple Bottom Line, Resource-Based View, Dynamic Capabilities, Stakeholders, and TOE. The study results show that AI and BDA contribute to environmental aspects (energy efficiency, pollution and waste minimization), social (safe workplaces, flagging human rights issues), and governance (transparency in ESG reporting and fraud detection). These technologies also facilitate a shift to repeatable business patterns and environmentally friendly supply chains. Key factors driving adoption include leadership commitment, digital expertise, investor pressure, and regulatory compliance. Key barriers include high costs, a lack of expertise, and the complexity of integrating systems. This research produces a combined conceptual framework linking AI/BDA adoption to business sustainability, enhancing theoretical insights through a combination of five theories and providing practical guidance for managers and decision-makers.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p>&nbsp;</p> Rahmadhani Aldi Muh. Faiq Farhan Najiya Persada Abdi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-21 2026-06-21 4 2 414 437 10.62976/ierj.v4i2.1966 Peran Artificial Intelligence Dalam Sistem Informasi Manajemen Untuk Mendukung Pengambilan Keputusan Bisnis: Sebuah Systematic Literature https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1968 <p>Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang pesat telah membuka peluang transformasi mendalam dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM), khususnya dalam konteks pengambilan keputusan bisnis. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran AI dalam SIM, mengidentifikasi manfaat dan tantangan implementasinya, serta mengevaluasi kontribusinya terhadap efektivitas pengambilan keputusan bisnis pada organisasi modern. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020. Sebanyak 847 artikel diidentifikasi dari basis data Scopus, Web of Science, ScienceDirect, Emerald, Springer, IEEE, dan Google Scholar periode 2021-2026. Setelah proses skrining dan penilaian kelayakan, sebanyak 42 artikel final dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memberikan kontribusi signifikan melalui tiga dimensi utama: (1) peningkatan akurasi dan kecepatan pengambilan keputusan berbasis data; (2) otomatisasi proses analitik dan prediktif; serta (3) peningkatan kapasitas organisasi dalam merespons dinamika lingkungan bisnis. Tantangan utama meliputi kesiapan infrastruktur digital, resistensi SDM, persoalan etika data, dan keterbatasan interpretabilitas model AI. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kerangka teoritis integrasi AI-SIM dan memberikan implikasi praktis bagi manajer dalam merancang strategi adopsi AI yang efektif.</p> Dwi Kurnia Rahma Dini Maeliawati Maeliawati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-23 2026-06-23 4 2 438 457 10.62976/ierj.v4i2.1968 Dampak Penerapan Sistem Informasi Manajemen Terhadap Efisiensi Dan Efektivitas Pengambilan Keputusan Bisnis: Systematic Literature Review https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1969 <p>Penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam lingkungan bisnis modern saat ini memegang peranan krusial sebagai pilar transformasi digital organisasi. Namun, analisis literatur menunjukkan adanya polarisasi keberhasilan implementasi akibat ketimpangan antara kesiapan teknologi dan kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif dampak penerapan SIM terhadap efisiensi operasional dan efektivitas pengambilan keputusan strategis bisnis melalui pendekatan studi literatur <em>(literature review).</em> Analisis dilakukan dengan menyintesis temuan-temuan ilmiah terkini menggunakan integrasi konseptual dari <em>Simon’s Decision-Making Model</em>, kualitas informasi, <em>Technology Acceptance Model (TAM),</em> serta <em>Technology-Organization-Environment (TOE) Framework.</em> Hasil kajian menunjukkan bahwa SIM yang dirancang dengan optimal mampu menyuplai informasi berkualitas tinggi (akurat, relevan, terintegrasi, dan <em>real-time</em>) yang secara simultan mempercepat tahapan kognitif pengambilan keputusan manajerial. Dimensi efisiensi teraktualisasi melalui reduksi waktu pemrosesan laporan data dan pemangkasan biaya operasional korporasi. Sementara itu, dimensi efektivitas tercermin pada peningkatan akurasi kebijakan berbasis data (<em>data-driven decision making</em>) serta minimalisasi risiko ketidakpastian pasar. Kajian ini menyimpulkan bahwa dampak positif tersebut tidak bersifat otomatis, melainkan mensyaratkan adanya adopsi perilaku pengguna yang positif (bebas dari resistensi karyawan) serta dukungan kuat dari manajemen puncak dalam memitigasi hambatan non-teknis. Penelitian ini berkontribusi memberikan arah strategi bagi praktisi bisnis dalam mengoptimalkan tata kelola sistem informasi di era digital.</p> Muhammad Hasbi Khalid Muhammad Saadillah Muhammad Seisar Ataillah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-23 2026-06-23 4 2 458 493 10.62976/ierj.v4i2.1969 Efektivitas Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Kredit Pebankan : Studi Putusan Nomor 15/Pdt.G/2025/Pn Pyh https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1970 <p><em>This article analyzes the effectiveness of mediation as an alternative dispute resolution mechanism in banking credit disputes through the study of Decision Number 15/Pdt.G/2025/PN Pyh. The research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches. The findings indicate that mediation is an effective mechanism in resolving banking credit disputes because it provides opportunities for the parties to reach mutually beneficial agreements, reduces litigation costs, shortens dispute resolution time, and maintains business relationships between creditors and debtors. The settlement agreement resulting from mediation and ratified by the court through a settlement deed has binding legal force and executorial power equivalent to a final court judgment. The study concludes that mediation serves as an efficient and fair alternative for resolving banking credit disputes while promoting legal certainty and justice for the parties involved.</em></p> <p>&nbsp;</p> Naily Khairina Fuad Luthfi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-23 2026-06-23 4 2 494 502 10.62976/ierj.v4i2.1970 Moral Ekonomi Islam, Maqasid Syari’ah dan Kapitalisme https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1973 <p><em>This article examines the relationship between Islamic moral economy, maqasid al-shari'ah, and the practices of Islamic financial institutions within the context of modern capitalism. The study employs a library research method with a descriptive-critical approach to the literature on Islamic economics, maqasid al-shari'ah, and Islamic finance. The findings reveal that Islamic economics is fundamentally grounded in the principles of tawhid, justice, public welfare, and balance, aiming to establish a human-centered economic system. However, in practice, many Islamic financial institutions have increasingly converged with the capitalist financial system, prioritizing profitability over moral and social values. The dominance of debt-based financing, particularly murabahah, reflects a shift from the principle of risk sharing toward risk transfer, resulting in the incomplete realization of the substantive objectives of maqasid al-shari'ah. Furthermore, the classical framework of maqasid al-shari'ah requires reinterpretation to address contemporary economic challenges related to social justice, community empowerment, and environmental sustainability. This article argues for the reorientation of Islamic finance toward the principles of Islamic moral economy, emphasizing justice, partnership, and collective welfare as the primary objectives of Islamic financial institutions.</em></p> <p>&nbsp;</p> Ansharullah Ansharullah Jalaluddin Jalaluddin Zainal Abidin Zaki Mubarak Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-24 2026-06-24 4 2 503 511 10.62976/ierj.v4i2.1973 Analisis Yuridis Kebijakan Reskilling Pekerja dalam Menghadapi Disrupsi Otomatisasi Lapangan Kerja https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1975 <p><em>The development of automation, digitalization, and artificial intelligence has brought significant changes to the structure of the labor market and poses the risk of reduced job opportunities for workers unable to adapt to technological developments. This study aims to analyze worker reskilling policies as an instrument for improving human resource competency in the era of automation and to examine legal regulations and government policies related to reskilling in response to job disruption in Indonesia. The research method used is a normative juridical approach, using statutory, conceptual, and case-based approaches. The data used is secondary data obtained through literature review and analyzed descriptively and analytically. The results indicate that reskilling has a legal basis in the Manpower Law, specifically regarding workers' rights to receive training and employers' obligations to improve workforce competency. However, existing regulations are still general in nature, do not explicitly stipulate reskilling as a legally enforceable right, and are not supported by effective enforcement mechanisms. Furthermore, government policies still face various obstacles, including regulatory fragmentation, weak institutional coordination, and the lack of integration of reskilling programs with the social protection system. Therefore, more comprehensive legal reform is needed through the establishment of specific regulations, strengthening training obligations for companies, and integrating reskilling policies with labor protection systems to achieve adaptive and sustainable protection in the era of automation.</em></p> Samsul Samsul Yudhia Ismail Humiati Humiati Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-24 2026-06-24 4 2 512 531 10.62976/ierj.v4i2.1975 Peran Agama & Budaya Dalam Menumbuhkan Karakter Toleran Dan Solidaritas Sosial https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1992 <p>Agama dan budaya berperan fundamental dalam membangun toleransi dan solidaritas sosial melalui&nbsp;penanaman nilai-nilai kasih sayang, penghormatan perbedaan, dan tradisi gotong-royong. Agama berperan sebagai sumber nilai moral dan etika yang menjunjung tinggi kemanusiaan, mendorong &nbsp;terciptanya perilaku saling menghormati, menghargai perbedaan, penanaman nilai-nilai kasih sayang, menghargai perbedaan, saling membantu dalam kebaikan dan menekankan kedamaian antarumat. Sedangkan budaya menyediakan ruang interaksi sosial, berperan sebagai wadah internalisasi norma sosial dan tradisi yang memperkuat kohesi sosial serta membentuk identitas kolektif masyarakat. Interaksi harmonis antara nilai-nilai agama dan budaya menghasilkan sinergi yang signifikan dalam memperkuat toleransi dan solidaritas sosial, sehingga mampu mencegah disintegrasi sosial, &nbsp;membentuk masyarakat yang rukun dan harmoni dalam keberagaman. Perpaduan keduanya menciptakan fondasi yang kokoh bagi penerimaan perbedaan dan tindakan kolektif, komitmen bersama menciptakan kehidupan yang damai, humanis dan egaliter, masyarakat yang inklusif di tengah keberagaman, saling menghormati, pengakuan kesetaraan, dan mengutamakan kepentingan bersama, kehidupan yang&nbsp; berkeadaban.</p> Hajiannor Hajiannor Fathullah Munadi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 4 2 532 558 10.62976/ierj.v4i2.1992 Polemik Pembagian Harta Bersama: Tinjauan Ulama Fikih Dan Praktisi Hukum Keluarga Islam Di Kecamatan Gambut https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1993 <p>Polemik pembagian harta yang digunakan secara bersama dalam rumah tangga, terutama pada kepemilikan rumah melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR), menjadi fenomena yang kerap memunculkan perselisihan di Kecamatan Gambut. Minimnya pemahaman masyarakat terhadap dasar-dasar fikih dan pertimbangan keadilan dalam penyelesaian konflik membuat pandangan ulama lokal serta praktisi hukum keluarga Islam sering dijadikan rujukan. Fokus kajian ini diarahkan pada cara para tokoh tersebut memaknai dan memberikan solusi atas persoalan pembagian aset yang masih menimbulkan sengketa setelah terjadinya perpisahan. Metode yang digunakan berupa penelitian empiris melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama dan praktisi KUA. Hasil temuan menunjukkan kecenderungan penggunaan pendekatan kemaslahatan dan keadilan kontribusi, sejalan dengan konsep <em>maslahah mursalah</em> dan kaidah <em>al-ghurm bil-ghunm</em> yang diterapkan dalam bentuk anjuran penjualan aset, penggantian nilai angsuran KPR secara proporsional, serta penyelesaian damai sebelum menempuh jalur litigasi. Temuan tersebut merefleksikan pola penalaran fikih kontekstual yang adaptif terhadap dinamika sosial-ekonomi masyarakat Gambut.</p> Nisa Adelia Anwar Hafidzi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 4 2 559 573 10.62976/ierj.v4i2.1993 Modal Utama Keberhasilan Santri-Santri Dalam Memahami Shalat Jamak Dan Qashar Di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran Gondanglegi Malang https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1997 <p>Keberadaan pondok pesantren meskipun sebagai lembaga pendidikan non formal keagamaan di Indonesia telah diakui oleh negara. Pengakuan tersebut tidaklah berlebihan dan memang sudah selayaknya, karena pondok pesantren secara historis merupakan lembaga tertua di Indonesia. Menurut syara’ berarti menunaikan perintah Allah swt dalam kehidupan sehari-hari dengan melaksankan tanggung jawab sebagai hamba Allah. Islam adalah agama yang rahmah, di waktu dan keadaan tertentu Islam memberikan berbagai keringanan (rukhsah) bagi pemeluknya. Di antaranya, ketika dalam keadaan perjalanan (safar), Islam memberikan dua kemurahan demi kemudahan melaksanakan shalat baginya, yaitu jamak dan qashar. Shalat jamak adalah menggabungkan dua shalat fardhu dalam satu waktu (misalnya Zhuhur &amp; Ashar, atau Maghrib &amp; Isya). Shalat qashar adalah meringkas shalat 4 rakaat (Zhuhur, Ashar, Isya) menjadi 2 rakaat. Kedua keringanan (<em>rukhsah</em>) ini diberikan Allah SWT untuk memudahkan umat Islam, akan tetapi masih ada persyaratan-persyaratan tertentu. Modal utama keberhasilan santri-santri dalam memahami shalat jamak dan qashar di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 yaitu sebagai berikut: 1. Santri-santri tingkat kecerdasannya tinggi,&nbsp; 2. Santri-santri mempunyai motivasi dalam belajar, 3. Santri-santri berminat dalam belajar, 4. Santri-santri selalu sehat, 5. Santri-santri bersikap yang baik.</p> Yazidul Busthomi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-04 2026-07-04 4 2 574 586 10.62976/ierj.v4i2.1997 Moral And Cultural Values Reflected In The Novel Pergi By Tere Liye https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/1999 <p>Tere Liye is one of Indonesia’s most prolific literary figures, whose works are rich in life values that remain relevant to readers. The novel “Pergi” (2018) is a sequel to “Pulang” (2015), narrating the adventures of the main character Bujang in the world of cross-border shadow economies. Beneath its action and adventure narrative, the novel holds a wealth of moral and cultural values worthy of scholarly examination. This study aims to describe and analyze the moral and cultural values contained in the novel Pergi by Tere Liye. The method employed is descriptive qualitative with a content analysis approach. Data were collected through a read-and-note technique from the novel’stext as the primary source, supported by scientific journals and reference books as secondary sources. The findings reveal that Pergi contains moral values encompassing the relationship between humans and themselves (honesty, courage, responsibility), the relationship between humans and others (loyalty, compassion,coopration), and the relationship between human and God(tawakkul, gratitude) the cultural values identified include Malay-Minangkabau cultural values reflected through Bujang’s family background, the values of mutual cooperation (gotong royong) and togetherness, as weel as a representation of multicultural values mirrored in settings spread across various countries. This study concludes that Pergi is not merely a work of entertainment, but rather a medium for the transmission of rich moral and cultural values to its readers.</p> Anisa Ramadaniya Syafitri Juairiah Juairiah Nada Alifa Rahmi Normeila Santi Nor Afifah Safira Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-06 2026-07-06 4 2 587 601 10.62976/ierj.v4i2.1999 Tinjauan Normatif Syarat Keadilan Poligami Dalam Undang-Undang Keluarga Islam Malaysia https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/2006 <p>Poligami dalam hukum Islam merupakan praktik yang diperbolehkan dengan syarat utama adanya keadilan, baik dalam aspek material maupun perlakuan terhadap istri. Dalam konteks negara modern, praktik ini tidak hanya dipahami sebagai norma keagamaan, tetapi juga diatur melalui hukum positif, seperti di Malaysia melalui Seksyen 23 Akta Undang-Undang Keluarga Islam 1984 yang mensyaratkan adanya izin dari Mahkamah Syariah. Regulasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa poligami dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak merugikan pihak-pihak yang terlibat. Namun, dalam praktiknya, implementasi prinsip keadilan serta urgensi pemberian izin masih menjadi persoalan yang memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini berfokus pada analisis syarat keadilan dalam poligami serta urgensi mekanisme perizinan dalam hukum positif Malaysia, dengan membandingkannya dengan perspektif Mazhab Syafi’i, khususnya terkait konsep <em>adh-dharurah</em>. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan mazhab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesamaan antara Seksyen 23 dan Mazhab Syafi’i dalam menempatkan keadilan sebagai syarat utama poligami, namun berbeda dalam pendekatan, di mana hukum positif Malaysia lebih bersifat administratif dan institusional. Selain itu, ketentuan dalam Seksyen 23 secara implisit mencerminkan konsep <em>adh-dharurah</em> meskipun tidak dinyatakan secara eksplisit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi poligami di Malaysia merupakan bentuk adaptasi hukum Islam dalam konteks modern yang berupaya menjamin keadilan melalui mekanisme perizinan, meskipun masih terdapat tantangan dalam implementasinya secara substantif.</p> Nur Sa'adatina Dzulfadilah Rahmah Nur Chalesa Fitriani Muhammad Jaidi Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-12 2026-07-12 4 2 621 638 10.62976/ierj.v4i2.2006 Pengembangan Buku Ajar Infusi Kuliner Malang Raya Ke Dalam Pembelajaran IPS https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/2018 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Secara Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan buku ajar Infusi kuliner ke dalam Pembelajaran IPS. Mengetahui validasi tim ahli media dan ahli materi.respon mahasiswa atas buku ajar Infusi kuliner ke dalam Pembelajaran IPS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Subjek yang pada penelitian ini adalah guru, praktisi, validator, dan mahasiswa. Hasil diperoleh bahwa pertama, Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis E-Books dari segi desain, yaitu: variasi warna, grafik bergerak, dan tampilan menu yang banyak. Dari segi konten, harus lebih jelas, lebih akurat, dan lebih detail. Bahasa yang digunakan dalam media E-Book sederhana, padat, dan mudah dipahami. Kedua, Kelayakan setelah divalidasi oleh validator dari dua tim ahli yaitu ahli media (95,3%) dan ahli materi (97,3%) menunjukkan bahwa buku ajar Infusi Kuliner ke Dalam Pembelajaran IPS berkategori “sangat layak” untuk dijadikan rujukan dalam pembelajaran IPS. Ketiga, Mahasiswa memberikan respon positif terhadap pengembangan buku ajar Infusi Kuliner Malang Raya ke Dalam Pembelajaran IPS dengan skor 95 persen, hal ini berkategori “sangat menarik”. Hasilnya, tanggapan siswa menunjukkan bahwa pengembangan buku ajar Infusi Kuliner Malang Raya ke Dalam Pembelajaran IPS dapat menarik perhatian mahasiswa dan meningkatkan minat belajar mereka, serta bahasa yang digunakan lebih sederhana dan mudah dipahami.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Waluyo Satrio Adji M. Imamul Muttaqin Ali Nasith Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-07-24 2026-07-24 4 2 639 649 10.62976/ierj.v4i2.2018 Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Dalam Belajar https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/2026 <p>Permasalahan rendahnya kepercayaan diri siswa dalam proses pembelajaran masih menjadi isu yang perlu mendapat perhatian serius. Siswa yang kurang percaya diri cenderung merasa cemas saat menghadapi tugas, ragu terhadap kemampuan dirinya, dan cenderung pasif dalam proses belajar. Kepercayaan diri merupakan aspek penting dalam mendukung keberhasilan akademik dan perkembangan psikologis siswa. Salah satu faktor yang memengaruhi kepercayaan diri adalah dukungan keluarga. Dukungan yang diberikan oleh keluarga, baik secara emosional, instrumental, maupun motivasional, sangat berperan dalam membentuk keyakinan diri siswa untuk menghadapi berbagai tantangan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepercayaan diri siswa dalam belajar . Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 139 siswa , yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket dengan skala likert, yang mengukur tingkat dukungan keluarga dan kepercayaan diri siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS. Diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,958 dengan signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi &lt; 0,05 dan nilai r mendekati 1, maka terdapat hubungan signifikan positif yang sangat kuat antara dukungan keluarga dengan kepercayaan diri siswa. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima siswa, maka semakin tinggi pula kepercayaan diri siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah.</p> Adelin Nanda Putri Farial Farial Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-06 2026-08-06 4 2 650 658 10.62976/ierj.v4i2.2026 The Influence Of Digital Culture On Job Satisfaction With Self-Reward As A Moderating Variable https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/2027 <table> <tbody> <tr> <td> <p>The massive digital transformation in the Industry4.0 and Society 5.0 eras has fundamentally changed the global work landscape, requiring organizations to adopt a digital culture to maintain competitive advantage. This study aims to examine and analyze the influence of digital culture on employee job satisfaction and evaluate the role of self-reward as a moderating variable that strengthens or weakens this relationship. This research approach uses an explanatory quantitative method based on empirical research in the creative industry and modern technology sectors. Data collection was carried out through a structured questionnaire measured on a five-point Likert scale. Data analysis was tested using the Structural Equation Modeling method based on Partial Least Squares (SEM-PLS). The test results indicate that digital culture has a positive and significant effect on job satisfaction. Furthermore, the self-reward variable is proven to significantly act as a pure moderator that strengthens the positive influence of digital culture on employee job satisfaction levels. These findings provide a theoretical contribution to the literature on Human Resource Management (HRM) and organizational behavior by integrating the concept of self -reward in the dynamics of digital work. Practically, organizational leaders are advised to not only focus on providing technological infrastructure, but also on building a culture of self-appreciation and a work ecosystem that supports employee mental well-being.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Tri Cicik Erna Kusumawati Verismawaty Verismawaty Angga Nugraha Hertya Andriani Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-11 2026-08-11 4 2 659 673 10.62976/ierj.v4i2.2027 Strategi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Pesisir Kecamatan Waplau Kabupaten Buru https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/2031 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Masyarakat nelayan pesisir Kecamatan Waplau Kabupaten Buru masih menghadapi persoalan rendahnya kapasitas usaha, keterbatasan teknologi penangkapan, lemahnya akses pemasaran, rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan modal, ketergantungan terhadap pedagang pengumpul, serta belum meratanya manfaat program pemberdayaan. Kondisi tersebut menyebabkan potensi sumber daya perikanan yang relatif besar belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang dilaksanakan pemerintah telah memberikan manfaat bagi aktivitas usaha nelayan, tetapi dampaknya belum merata dan belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan struktural yang dihadapi masyarakat pesisir. Dari 45 responden, 22,2% menyatakan bantuan sangat bermanfaat dan 55,56% menyatakan bermanfaat. Namun, pengelolaan bantuan kelompok yang masih terkonsentrasi pada individu, minimnya pelatihan, rendahnya pendidikan, ketergantungan terhadap musim, serta lemahnya akses pasar menjadi kendala utama. Kondisi ekonomi nelayan juga dipengaruhi oleh rendahnya harga ikan dan dominannya pedagang pengumpul dalam menentukan harga. Analisis SWOT menghasilkan tujuh alternatif strategi, yaitu memperbesar skala usaha perikanan, penambahan armada tangkap, bantuan pemerintah yang tepat sasaran, pelatihan tata kelola pemasaran, diversifikasi pengolahan ikan, perumusan regulasi kestabilan harga ikan, dan pengelolaan hasil tangkap berbasis masyarakat. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa prioritas tertinggi adalah perumusan Peraturan Daerah terkait kestabilan harga ikan sebesar 45,7%, diikuti bantuan pemerintah yang tepat sasaran sebesar 19,6% dan penambahan armada tangkap sebesar 12,3%, dengan nilai Consistency Ratio 7,7%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan nelayan Kecamatan Waplau perlu diarahkan tidak hanya pada bantuan sarana produksi, tetapi juga pada penguatan tata kelola pasar, perlindungan posisi tawar nelayan, pemerataan bantuan, peningkatan kapasitas, dan penguatan kelembagaan masyarakat.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Yatsrib Akbar Sowakil Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-17 2026-08-17 4 2 674 690 10.62976/ierj.v4i2.2031 Keabsahan Perjanjian Elektronik Dalam Transaksi Digital: Analisis Yuridis Normatif Terhadap Syarat Sah Perjanjian Dalam Perspektif Hukum Perdata Indonesia https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/2034 <table> <tbody> <tr> <td> <p>Transformasi digital telah menggeser paradigma perikatan dari praktik konvensional berbasis interaksi tatap muka menjadi transaksi yang dimediasi teknologi melalui platform elektronik dan sistem informasi, menciptakan persoalan fundamental tentang bagaimana konsep keabsahan perjanjian berlaku dalam ekosistem digital yang tidak memerlukan kehadiran fisik para pihak. Fenomena ini menimbulkan kontroveri serius terkait validitas perjanjian elektronik di bawah kerangka hukum perdata Indonesia yang klasik, sambil menunjukkan tren akselerasi pertumbuhan transaksi digital, terutama dalam layanan e-commerce, fintech, dan smart contracts yang telah mencapai miliaran kontrak digital setiap tahunnya, mendorong kebutuhan mendesak untuk merekonstruksi doktrin keabsahan perjanjian agar responsif terhadap realitas teknologi kontemporer (<a href="#ref-hery2025">Utomo &amp; Thukuse, 2025</a>). Penelitian ini berangkat dari permasalahan normatif mengenai apakah keempat syarat sah perjanjian menurut Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yaitu sepakat, kecakapan, hal tertentu, dan kausa yang halal, dapat terpenuhi dalam konteks perjanjian elektronik yang dieksekusi melalui mekanisme digital seperti clickwrap agreements, biometric authentication, dan smart contracts. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis yuridis normatif mendalam terhadap keabsahan perjanjian elektronik dengan mengintegrasikan ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019, dan doktrin hukum perdata Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, didukung oleh analisis mendalam terhadap putusan pengadilan dan praktik bisnis digital. Temuan utama menunjukkan bahwa perjanjian elektronik dapat dianggap sah secara hukum selama memenuhi keempat syarat validitas tersebut, meskipun terdapat kesenjangan normatif signifikan dalam hal verifikasi identitas, kejelasan kehendak (consensus), dan mekanisme pembuktian yang masih mengadopsi kerangka hukum konvensional. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi hukum komprehensif melalui harmonisasi regulasi antara hukum perdata dan hukum transaksi elektronik, penetapan standar digital consent yang ketat, dan penguatan mekanisme verifikasi otentikasi elektronik untuk memastikan kepastian hukum dan perlindungan yang seimbang bagi semua pihak dalam ekosistem transaksi digital Indonesia.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Ahyan Septiani Dinalara Dermawati Butar Butar Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-20 2026-08-20 4 2 691 711 10.62976/ierj.v4i2.2034 Penyuluhan Hukum Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Di Kuala Lumpur: Literasi Kontrak Kerja Digital Dan Bukti Digital Dalam Menghadapi Permasalahan Kerja https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/2035 <p>Pekerja migran Indonesia menghadapi hubungan kerja lintas negara yang semakin bergantung pada dokumen dan komunikasi digital. Dalam kondisi tersebut, perlindungan hukum tidak cukup hanya dipahami sebagai keberadaan aturan, tetapi juga sebagai kemampuan pekerja membaca kontrak, mengenali hak dan kewajiban, menjaga dokumen, serta menggunakan bukti digital ketika muncul masalah kerja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional ini dilaksanakan oleh Program Pascasarjana Program Studi Magister Hukum Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 13–18 April 2026. Sesi penyuluhan berfokus pada pengertian dan syarat sah perjanjian kerja, kewajiban pekerja dan pemberi kerja, bagian penting dalam kontrak, keabsahan kontrak kerja digital, jenis bukti digital, cara penyimpanan bukti, serta langkah praktis ketika terjadi perselisihan kerja. Metode kegiatan menggunakan penyuluhan hukum partisipatif yang dipadukan dengan diskusi kasus, identifikasi dokumen, dan evaluasi reflektif. Peserta terdiri atas tim akademik Program Magister Hukum dan beberapa pekerja migran Indonesia yang bekerja di Malaysia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa materi hukum lebih mudah dipahami ketika disusun dari persoalan konkret seperti upah tidak dibayar, pekerjaan tidak sesuai kontrak, pemutusan hubungan kerja sepihak, dan perlakuan tidak adil. Kegiatan menghasilkan kerangka praktis lima langkah, yaitu membaca kontrak secara teliti, memahami isi pokoknya, menyimpan dokumen, mengumpulkan bukti digital, dan mencari bantuan melalui saluran yang berwenang. Program ini menegaskan bahwa literasi kontrak dan literasi bukti digital merupakan keterampilan preventif yang relevan untuk memperkuat kesiapan hukum pekerja migran.</p> Hanafi Arief Hidayatullah Hidayatullah Akhmad Munawar Indah Dewi Megasari Adriansyah Adriansyah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-22 2026-08-22 4 2 712 732 10.62976/ierj.v4i2.2035 Penguatan Keterampilan Teknis Digital Dan Literasi Digital Bagi Pekerja Migran Indonesia Di Kuala Lumpur, Malaysia https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/2036 <table> <tbody> <tr> <td> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> </td> </tr> </tbody> </table> <p><em>Digital transformation has changed the way migrant workers access information, communicate, store documents, conduct transactions, and adapt to workplace demands. Intensive smartphone use, however, does not automatically translate into productive, critical, and safe digital practices. This international community service program aimed to strengthen the digital technical skills and digital literacy of Indonesian Migrant Workers in Kuala Lumpur, Malaysia. The program was conducted on 13–18 April 2026 by the Master of Law Postgraduate Program of Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin, involving lecturers, practitioners, and several Indonesian workers in Malaysia. A participatory approach was employed through needs identification, short lectures, demonstrations, hands-on practice, case discussions, and participant reflection. The learning materials covered digital document management, workplace communication, information searching and verification, account security, personal data protection, online scam awareness, and the use of digital services to support work and daily life. Evaluation was descriptive, based on participation, completion of practical tasks, question-and-answer sessions, and reflective feedback, without inventing unavailable pre-test or post-test scores. The activity indicated that participants were able to recognize safer digital practices, organize work-related documents more systematically, verify information sources more carefully, and apply basic measures for protecting accounts and personal data. The program suggests that digital literacy for migrant workers should be understood not merely as the ability to operate devices, but as a combination of work competence, self-protection, and continuous capacity development.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Indonesian migrant workers; digital technical skills; digital literacy; digital safety; Malaysia</em></p> <table> <tbody> <tr> <td> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> </td> </tr> </tbody> </table> <p>Transformasi digital telah mengubah cara pekerja migran mengakses informasi, berkomunikasi, menyimpan dokumen, melakukan transaksi, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja. Namun, penggunaan telepon pintar yang intensif tidak selalu diikuti kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif, kritis, dan aman. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional ini bertujuan memperkuat keterampilan teknis digital dan literasi digital Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan dilaksanakan pada 13–18 April 2026 oleh Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin dengan melibatkan tim dosen dan praktisi serta beberapa PMI yang bekerja di Malaysia. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi kasus, dan refleksi. Materi difokuskan pada pengelolaan dokumen digital, komunikasi kerja berbasis digital, pencarian dan verifikasi informasi, keamanan akun, perlindungan data pribadi, kewaspadaan terhadap penipuan daring, serta pemanfaatan layanan digital untuk kebutuhan kerja dan kehidupan sehari-hari. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi partisipasi, penyelesaian tugas praktik, tanya jawab, dan refleksi peserta tanpa menggunakan klaim angka pre-test atau post-test yang tidak tersedia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengidentifikasi praktik digital yang lebih aman, menata dokumen kerja secara lebih sistematis, memahami pentingnya verifikasi sumber informasi, serta menerapkan langkah dasar perlindungan akun dan data. Program ini menegaskan bahwa literasi digital bagi PMI perlu ditempatkan sebagai keterampilan kerja, keterampilan perlindungan diri, dan sarana peningkatan kapasitas yang berkelanjutan.</p> Nurul Listiyani Muhammad Aini Lutfi Yusup Rahmathoni Junaidi Junaidi Sandi Khairullah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-22 2026-08-22 4 2 733 751 10.62976/ierj.v4i2.2036 Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence Dalam Pengembangan Konten Visual Dan Media Sosial Untuk Meningkatkan Engagement UMKM https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/2039 <p>Transformasi pemasaran digital membuka peluang yang luas bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi peluang tersebut tidak selalu diikuti oleh kemampuan pelaku usaha dalam memproduksi konten visual dan narasi promosi yang konsisten. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM kuliner dalam memanfaatkan artificial intelligence (AI) sebagai alat bantu produksi konten visual, copywriting, dan pengelolaan media sosial. Mitra kegiatan adalah Aliansi Kuliner Indonesia (KUL-IND) Koordinator Daerah Depok dengan 25 pelaku UMKM sebagai peserta. Kegiatan utama dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 25 Juli 2026 dengan pendekatan partisipatif dan aplikatif. Tahapan program meliputi identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan penggunaan AI text generator dan fitur visual berbasis AI, praktik penyusunan prompt, pengembangan konten promosi, diskusi strategi media sosial, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai fungsi AI dalam mendukung promosi usaha, mulai dari pencarian ide, penulisan deskripsi produk, pengembangan caption dan hashtag, hingga perbaikan visual. Peserta juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri untuk menggunakan teknologi digital dan pemahaman yang lebih baik mengenai etika penggunaan konten berbasis AI. Kendala utama berupa perbedaan kemampuan digital, keterbatasan perangkat, dan waktu praktik ditangani melalui demonstrasi bertahap, praktik berkelompok, dan penyediaan materi yang dapat dipelajari kembali. Program ini memperlihatkan bahwa pelatihan AI yang kontekstual, sederhana, dan berbasis kebutuhan usaha dapat menjadi pintu masuk yang realistis bagi UMKM untuk memperkuat komunikasi pemasaran digital tanpa harus menambah beban biaya produksi konten secara signifikan.</p> Octsa Khairus Praharsyarendra Ahmad Taufik Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-24 2026-08-24 4 2 752 770 10.62976/ierj.v4i2.2039 Dasar-Dasar Psikologis Pendidikan Islam: Integrasi Kecerdasan Intelektual (IQ), Emosional (EQ), Dan Spiritual (SQ) https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/2042 <p>Pendidikan Islam bertujuan membentuk manusia yang utuh (insan kamil), yaitu individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan kuat secara spiritual. Kajian ini bertujuan menganalisis konsep dasar-dasar psikologis pendidikan Islam dengan fokus pada tiga dimensi kecerdasan manusia: kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ), serta relevansinya terhadap tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, IQ berkaitan dengan pemberdayaan akal ('aql) yang mendorong manusia berpikir kritis dan analitis; EQ berhubungan dengan pengelolaan emosi yang berpusat pada qalb (hati) sebagai basis akhlak dan hubungan sosial; dan SQ merupakan dimensi tertinggi yang berpusat pada fu'ad (hati nurani) sebagai prima causa yang memberi arah dan makna bagi kedua kecerdasan lainnya. Ketiga kecerdasan tersebut saling melengkapi dan bersifat integratif. Kajian juga menemukan bahwa teori multiple intelligences memiliki relevansi tinggi dengan konsep fitrah dalam pendidikan Islam. Implikasi praktisnya, sistem pendidikan Islam perlu merancang kurikulum dan proses pembelajaran secara holistik yang mengembangkan IQ, EQ, dan SQ secara seimbang agar tujuan pendidikan Islam dapat terwujud secara optimal.</p> Syariah Syariah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-24 2026-08-24 4 2 771 786 10.62976/ierj.v4i2.2042 Konsep Hati Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Hadis: Implikasinya Bagi Pengembangan Pendidikan Islam https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/2044 <p>Artikel ini mengkaji konsep hati (qalb) dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadis serta implikasinya bagi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan studi kepustakaan kualitatif dengan analisis isi terhadap terminologi Al-Qur’an, hadis, kamus klasik, kitab tafsir, dan literatur pendidikan Islam dalam naskah sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa hati terutama dipahami sebagai pusat spiritual dan epistemik yang menerima pengetahuan, membentuk keyakinan, mengarahkan niat, dan memengaruhi perilaku moral. Istilah shadr, qalb, fu’ad, lubb, dan bashirah menunjukkan lapisan fungsi batin yang berkaitan, mulai dari kesiapan emosional-spiritual, pusat iman dan pemahaman, kesadaran yang mantap, kejernihan akal, hingga ketajaman pandangan moral. Akal dan hati bekerja secara komplementer: akal mengolah informasi, sedangkan hati memberi orientasi etis pada pengetahuan. Implikasinya, pendidikan Islam perlu mengintegrasikan pembelajaran intelektual, latihan spiritual, pembiasaan akhlak, refleksi, dan penyucian diri melalui tiga tahap berulang: penyiapan, pembentukan, dan pemeliharaan.</p> Syariah Syariah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-06-10 2026-06-10 4 2 787 802 10.62976/ierj.v4i2.2044 Respons Dosen Fakultas Syariah Uin Antasari Banjarmasin Terhadap Kasus Waris Istimewa Dengan Menggunakan AI https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/2047 <p>Penelitian ini menganalisis akurasi perhitungan kasus waris istimewa (<em>Gharawain</em>, <em>Musytarakah</em>, dan <em>Akdariyah</em>) oleh <em>ChatGPT</em> serta respons dosen Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin terhadap kesesuaiannya dengan fikih mawaris. Menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui dokumentasi <em>output</em> <em>ChatGPT </em>dan wawancara dengan dosen yang berpotensi pada bidang waris Islam. Hasil penelitian menunjukkan <em>ChatGPT </em>mampu menyajikan perhitungan secara sistematis, namun ketepatannya sangat bergantung pada kejelasan <em>prompt.</em> Mayoritas dosen menilai <em>ChatGPT</em> berpotensi sebagai media pembelajaran interaktif, tetapi belum layak menjadi dasar penetapan hukum mandiri karena risiko ketidaksesuaian analisis. Kesimpulannya, <em>ChatGPT</em> dapat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, namun hasilnya tetap wajib divalidasi oleh ahli faraid.</p> Jahwa Nor Wafa Rahmat Fadillah Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-30 2026-08-30 4 2 803 812 10.62976/ierj.v4i2.2047 The Influence Of The Work Environment On Employee Performance With Digital Culture As A Moderating Variable https://www.shariajournal.com/index.php/IERJ/article/view/2048 <table> <tbody> <tr> <td> <p>This study aims to analyze and prove the influence of the work environment on employee performance, as well as examine the role of digital culture as a moderating variable in this relationship. In the era of dynamic digital transformation, organizations are required to modernize both physical and non-physical work environments to maintain productivity levels and human resource capabilities. However, the success of providing a conducive work environment often depends on the extent to which digital culture is adopted and integrated by employees in daily operations. This study uses a quantitative approach with the Partial Least Squares -based Structural Equation Modeling (SEM-PLS) method. Data collection was carried out by distributing structured questionnaires to a sample of employees in the public and private sectors undergoing digital transition. The results of the analysis are expected to show that the work environment has a positive and significant influence on employee performance. In addition, digital culture is projected to play a positive moderating role that strengthens the impact of the work environment on employee performance. The practical implications of this study emphasize the importance of organizational management in building a technology-based cultural climate to optimize the potential of existing facilities and work atmosphere.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Setyowati Subroto Ita Erliyani Try Citra Puspitasari Lubis Rahmat Aji Nuryakin Gusneli Gusneli Copyright (c) 2026 https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2026-08-30 2026-08-30 4 2 813 828 10.62976/ierj.v4i2.2048