Strategi Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Pesisir Kecamatan Waplau Kabupaten Buru
DOI:
https://doi.org/10.62976/ierj.v4i2.2031Keywords:
pemberdayaan masyarakat, nelayan pesisir, Kecamatan Waplau, SWOT, AHP, Kabupaten BuruAbstract
Masyarakat nelayan pesisir Kecamatan Waplau Kabupaten Buru masih menghadapi persoalan rendahnya kapasitas usaha, keterbatasan teknologi penangkapan, lemahnya akses pemasaran, rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan modal, ketergantungan terhadap pedagang pengumpul, serta belum meratanya manfaat program pemberdayaan. Kondisi tersebut menyebabkan potensi sumber daya perikanan yang relatif besar belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang dilaksanakan pemerintah telah memberikan manfaat bagi aktivitas usaha nelayan, tetapi dampaknya belum merata dan belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan struktural yang dihadapi masyarakat pesisir. Dari 45 responden, 22,2% menyatakan bantuan sangat bermanfaat dan 55,56% menyatakan bermanfaat. Namun, pengelolaan bantuan kelompok yang masih terkonsentrasi pada individu, minimnya pelatihan, rendahnya pendidikan, ketergantungan terhadap musim, serta lemahnya akses pasar menjadi kendala utama. Kondisi ekonomi nelayan juga dipengaruhi oleh rendahnya harga ikan dan dominannya pedagang pengumpul dalam menentukan harga. Analisis SWOT menghasilkan tujuh alternatif strategi, yaitu memperbesar skala usaha perikanan, penambahan armada tangkap, bantuan pemerintah yang tepat sasaran, pelatihan tata kelola pemasaran, diversifikasi pengolahan ikan, perumusan regulasi kestabilan harga ikan, dan pengelolaan hasil tangkap berbasis masyarakat. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa prioritas tertinggi adalah perumusan Peraturan Daerah terkait kestabilan harga ikan sebesar 45,7%, diikuti bantuan pemerintah yang tepat sasaran sebesar 19,6% dan penambahan armada tangkap sebesar 12,3%, dengan nilai Consistency Ratio 7,7%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan nelayan Kecamatan Waplau perlu diarahkan tidak hanya pada bantuan sarana produksi, tetapi juga pada penguatan tata kelola pasar, perlindungan posisi tawar nelayan, pemerataan bantuan, peningkatan kapasitas, dan penguatan kelembagaan masyarakat.
References
Charles, A. T. 2001. Sustainable Fishery Systems. Canada: Blackwell Science Ltd.
Craig, G. & Mayo, M. (eds.). 1995. Community Empowerment: A Reader in Participation and Development. London: Zed Books.
Dault, A. 2008. Pemuda dan Kelautan. Jakarta: Pustaka Cidesindo.
Hikmat, A. 2006. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Humaniora Utama Press.
Ife, J. 1995. Community Development: Creating Community Alternatives – Vision, Analysis and Practice. Australia: Longman.
Kusnadi, Sumarjono, Sulistiowati, Yunita, Subchan & Puji. 2007. Strategi Hidup Masyarakat Nelayan. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara.
Kusnadi. 2003. Akar Kemiskinan Nelayan. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara.
Kusnadi. 2009. Keberdayaan Nelayan dan Dinamika Ekonomi Pesisir. Jember: Lembaga Penelitian Universitas Jember.
Moleong, L. J. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyadi, S. 2007. Ekonomi Kelautan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Nikijuluw, P. H. V. 2001. Populasi dan Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir serta Strategi Pemberdayaan Mereka dalam Konteks Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Secara Terpadu. Bogor: Proyek Pesisir.
Nikijuluw, P. H. V. 2002. Rezim Pengelolaan Sumberdaya Perikanan. Jakarta: Pustaka Cidesindo.
Nurani, T. W. 2003. “Proses Hierarki Analitik (Analytical Hierarchy Process) Suatu Metoda untuk Analisis Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan.” Dalam Darmawan dan Novita (Ed.), Konsep Pengembangan Sektor Perikanan dan Kelautan di Indonesia. Bogor: Departemen.
Rangkuti, F. 2008. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Reorientasi Konsep Perencanaan Strategis untuk Menghadapi Abad 21. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Satria, A. 2001. Dinamika Modernisasi Perikanan: Formasi Sosial dan Mobilitas Nelayan. Bandung: Humaniora Utama Press.
Siswanto, B. 2008. Kemiskinan dan Perlawanan Kaum Nelayan. Malang: Laksbang Mediatama.
Suharto, E. 2005. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategi Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.
Suhendra. 2006. Peranan Birokrasi dalam Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Alfabeta.
Widodo, J. & Suadi. 2006. Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












