Kebudayaan Banjar, Dayak, Melayu Dan Interelasi Islam Terhadap Budaya Di Kalimantan Selatan
DOI:
https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1349Keywords:
Kebudayaan Banjar, Dayak, Melayu, Islam Vernakular, akulturasi, purifikasi, identitas budayaAbstract
Jurnal ini menelusuri dinamika kebudayaan Banjar, Dayak, dan Melayu di Kalimantan Selatan serta interelasinya dengan Islam, dari perspektif historis, antropologis, dan sosiologis. Berangkat dari keragaman etnis dan jejak sejarah panjang, kajian ini mengungkap bagaimana proses Islamisasi tidak sekadar mengubah struktur keagamaan, tetapi juga membentuk pola identitas, seni, adat, dan relasi sosial. Interaksi ini menghasilkan corak keislaman khas Banjar yang memadukan nilai-nilai universal Islam dengan kearifan lokal, sekaligus menampilkan negosiasi antara purifikasi dan akulturasi budaya. Penelitian ini juga mengetengahkan isu ketegangan antara modernisasi dan pelestarian tradisi, yang memunculkan wacana “Islam Vernakular” sebagai model keberagamaan berakar budaya. Melalui pendekatan lintas disiplin, penelitian ini menawarkan pemahaman bahwa menjaga khazanah budaya bukan hanya perkara melestarikan warisan, melainkan strategi membangun identitas dan harmoni sosial di tengah arus globalisasi. Pembaca akan diajak melihat bahwa di balik setiap tarian, upacara adat, dan ornamen rumah Banjar, tersimpan narasi teologis, politik, dan kultural yang membentuk wajah Kalimantan Selatan hari ini.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










