Comparative Analysis Of The Limit Of Hand Wiping In Tayammum According To The Shafi‘I And Hanbali Schools
DOI:
https://doi.org/10.62976/ijijel.v4i1.1749Keywords:
tayamum, batas mengusap tangan, mazhab Syafi’i, mazhab HanbaliAbstract
Tayamum merupakan keringanan dalam syariat Islam yang digunakan sebagai pengganti bersuci dengan air ketika tidak memungkinkan menggunakan air. Salah satu persoalan yang diperdebatkan para ulama adalah batasan mengusap tangan dalam tayamum. Artikel ini membahas perbandingan pandangan mazhab Syafi‘i dan mazhab Hanbali mengenai batasan tersebut serta metode argumentasi hukum yang digunakan oleh masing-masing mazhab. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan komparatif melalui kajian terhadap kitab-kitab fikih dari kedua mazhab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mazhab Syafi‘i berpendapat pengusapan tangan dilakukan hingga siku dengan menggunakan qiyas serta kaidah mutlak muqayyad. Sebaliknya, mazhab Hanbali membatasi pengusapan tangan hingga pergelangan tangan dengan berpegang pada pemahaman tekstual terhadap ayat tayamum dan hadis sahih riwayat ‘Ammar bin Yasir. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa metode istinbat hukum memengaruhi perbedaan praktik ibadah dalam fikih Islam.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










