Comparative Analysis Of The Limit Of Hand Wiping In Tayammum According To The Shafi‘I And Hanbali Schools

Authors

  • Rahmaniah Rahmaniah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Imam Alfiannoor Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Miftah Faridh Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.62976/ijijel.v4i1.1749

Keywords:

tayamum, batas mengusap tangan, mazhab Syafi’i, mazhab Hanbali

Abstract

Tayamum merupakan keringanan dalam syariat Islam yang digunakan sebagai pengganti bersuci dengan air ketika tidak memungkinkan menggunakan air. Salah satu persoalan yang diperdebatkan para ulama adalah batasan mengusap tangan dalam tayamum. Artikel ini membahas perbandingan pandangan mazhab Syafi‘i dan mazhab Hanbali mengenai batasan tersebut serta metode argumentasi hukum yang digunakan oleh masing-masing mazhab. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan komparatif melalui kajian terhadap kitab-kitab fikih dari kedua mazhab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mazhab Syafi‘i berpendapat pengusapan tangan dilakukan hingga siku dengan menggunakan qiyas serta kaidah mutlak muqayyad. Sebaliknya, mazhab Hanbali membatasi pengusapan tangan hingga pergelangan tangan dengan berpegang pada pemahaman tekstual terhadap ayat tayamum dan hadis sahih riwayat ‘Ammar bin Yasir. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa metode istinbat hukum memengaruhi perbedaan praktik ibadah dalam fikih Islam.

Downloads

Published

09-03-2026

How to Cite

Rahmaniah, R., Alfiannoor, I., & Faridh, M. (2026). Comparative Analysis Of The Limit Of Hand Wiping In Tayammum According To The Shafi‘I And Hanbali Schools. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 4(1), 953–966. https://doi.org/10.62976/ijijel.v4i1.1749

Issue

Section

Articles